PENGARUH BAIK DAN BURUK MUSIK DALAM GEREJA

Musik gereja adalah suatu jenis musik yang berkembang di kalangan Kristen (juga pada zaman sebelum kekristenan: Yahudi), terutama dilihat dari penggunaannya dalam ibadah gereja.[1] Seorang tokoh musik gereja, Mawene (seorang Teolog Perjanjian Lama dari Indonesia, namun juga memberi perhatian dalam Musik Gereja), dalam bukunya Gereja yang Bernyanyi menyebutkan musik gereja merupakan ungkapan isi hati orang percaya (Kristen) yang diungkapkan dalam bunyi-bunyian yang bernada dan berirama secara harmonis, antara lain dalam bentuk lagu dan nyanyian.[2] Sama dengan musik secara umum, dua unsur; vokal dan instrumental harus diperhatikan, dan terkhusus dalam bermusik di gereja yang sarat dengan makna teologis dan berkenaan dengan iman umat, dua hal itu sangat penting untuk disajikan secara tepat agar umat mampu menghayati imannya dengan bantuan musik.[2]
A. SEJARAH MUSIK GEREJA
     1. Musik Zaman Kuno ( sampai abad ke 4[6])
      Musik zaman kuno bisa diketahui dari benda-benda purbakala dan alat-alat musik yangditemukan.[6] Misalnya, patung, shofar, nafiri,harpa, kecapi, mandolin, lyra, seruling, tambur kemudian ukiran di batu tentang ibadat di Mesir.[6] Sedangkan pada tradisi Yahudi sendiri bisa diketahui dari teks-teks Alkitab.[6] Misalnya dalam teks Keluaran 19:16-19, Yosua 6:8-9. 20, Hakim-hakim 5; ditemukan beberapa aktivitas yang menggunakan alat musik seperti sangkakala, bermazmur, kecapi, gambus, disebut juga ada nyanyian-nyanyian.[6] Bahkan ada jenis musik yang bisa diketahui yaitu musik Kenisah(abad 10-6SM) dan musik Sinagogal (500SM)[6] Kemudian perkembangannya diketahui terjadi di Yunani pada masa klasik hellenisme dan pada abad-abad awal masehi yang sudah terdapat musik gregorian yang diusung oleh para musisi termasuk bapa gereja.[6]
2. Musik Abad Pertengahan (375-1400 ) [6]
Musik zaman pertengahan biasanya dikaitkan dengan kejatuhan Romawi (476) sebagai pembukaannya.[6] Pendapat lain mengatakan dimulai semenjak ada perubahan besar dalam kebudayaan klasik Yunani maupun Romawi, perpindahan bangsa-bangsa tepatnya berbagai suku Jermania dari Eropa Timur ke Eropa Barat.[6] Penutupan abad pertengahan juga ada perdebatan, bahkan terkadang hingga abad 16 yang ditandai oleh tokoh-tokoh polifoni seperti Palestrina (1525-1594) serta Orlando di Lasoo (1532-1594).[6] Setidaknya terdapat dua gaya musik bukan hanya menurut estetik serta bantuk lahirnya, namun juga karena perkembangannya.[6] Bentuk-bentuk musiknya: drama liturgi, gregorian, tipe litani (berbalasan dilakukan dalam ibadah), tipe sekuensi, kanzone, rondo.[6] Musik polifon pada abad 9-11 konon dimulai dari Islandia dan Norwegia. [6] Perkembangan lain adalah sudah adanya sekolah-sekolah musik, organum baru, sudah ada notasi musik juga berkembang.[6]
3.  Musik zaman Renaissance (1350-1600) [6]
Musik zaman Renaissance diawali dengan perkembangan seni di Italia, disebut juga masa anti purbakala.[6] Istilahnya sendiri dipakai baru pada abad 15-26, bersamaan ditemukan bukti-bukti sejarah tentang Columbus, Gutenberg, lalu disusul oleh masa reformasi (zaman tokoh Martin Luther dan Yohanes Kalvin) di mana terdapat pembaruan gereja yang menandakan ciri musik religius.[6] Musiknya sendiri ditandai oleh beberapa bentuk; motet, ordinarium missae, nyanyian offinsi, madrigal, birama dsb.[6] Perkembangan musik bukan hanya terjadi di Italia, namun juga banyak negara lain, Inggris, Spanyol, Perancis.[6] Musik Koral yang terkenal dari tradisi gereja juga muncul, dikarang oleh Martin Luther sebagai tokoh terkenal dalam reformasi.[6]
     4. Musik Barok (1600-1750)[7]

Musik zaman Barok adalah dianggap mewakili zaman yang sangat rumit dalam berbagai hal, mulai melodinya, bentuk-bentuk musiknya dan warna musiknya.[7] Istilah barok sendiri sebenarnya muncul dalam buku Ensiklopedi karya Denis Diderot pada tahun 1750.[7] Bentuk-bentuk musik yang berkembang pada masa ini adalah opera, oratorio, musik kamar dan instrumentalia.[7] Musik gereja berkembang di Italia, Jerman dan Austria.[7]Gereja dengan beberapa tradisi; Katolik, protestan, Anglikan (Inggris).[7] Kemudian musisi yang sangat terkenal adalah J.S Bach (1685-1750), HandelAntonio Vivaldi, Alessandro Scarlatti dsb.[7] Zaman musik Klasik ini berlangsung pada tahun 1760 - 1820 yang berpusat pada tiga komponis besar; Joseph Haydn (1732-1809), Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791) dan Ludwig Van Beethoven (1770-1827) Musik yang berkembang adalah jenis musik vokal, musik opera.[9]
     5. Musik Zaman Klasik (1750-1820)[7]
Musik Klasik adalah karya seni musik yang sempat mengintikan daya ekspresi dan bentuk bersejarah sedemikian hingga terciptalah suatu ekspresi yang meyakinkan dan dapat bertahan terus, hal ini menurut Friedrich Blume.[7] Dapat diketahui bahwa masa klasik dibagi dalam pra klasik (1730-1760), klasik awal (1760-1780), dan klasik tinggi (1780-1820) Musik klasik ini ditandai dengan bentuk musik seperti opera klasik, opera buffa, opera comique, oratorio yang bekembang.[7] Musisi ternama yang kita kenal adalah Mozart, Beethoven, Gluck dll.[7] Musik gereja sendiri banyak memperoleh sumbangan baik gereja Katolik maupun Protestan.[7]
     6. Musik Zaman Romantis (abad 18-19)[7]
Musik zaman romantis dikenal mulai abad 18, yaitu sebuah istilah untuk menggambarkan perasaan yang menonjol dalam berbagai aspek kesenian seperti pada musik.[7] Pada zaman ini masih terdapat opera yang terus berkembang, drama musik, konser sebagai warisan dari zaman klasik.[7] Musik gereja berkembang di Wina dalam tradisi Katolik, terkait dengan tantangan abad pencerahan oleh para pemikir di dalamnya.[7] Dalam tradisi Katolik terdapat musik gereja, gerakan cecilianis, dan musik devosional.[7] Sedangkan pada tradisi protestan terdapat nyanyian jemaat, musik gereja, paduan suara gereja yang dibarengi dengan berbagai alat musik yang digunakannya; organ, piano, dll.[7] Para musisi di dalamnya adalah Franz Schubert, Robert Schuman, Anton Bruckner dll.[7]
     7. Musik Impresionisme [8]
Musik Impresionis, istilah ini muncul dari kumpulan semiman di Paris, dengan aliran-aliran seni yang spontan, sebagai wujud dari sesuatu yang dilihat secara indah dan diwujudkan dalam benda atau karya seni.[8]Hal yang menonjol adalah melodi dan harmoni.[8] Komposer yang berkarya adalah Gabriel Fauré (1845-1924),
     8. Musik Musik Zaman Modern (Abad 19- Abad 20)[8]
Musik gereja abad 20 tampak dalam nyanyian jemaat sedikitnya memiliki dua unsur yang menonjol:
1.     Keagungan Tuhan, kemuliaan dalam ajaran Trinitas, syairnya terdapat makhluk-makhluk sorgawi dalam bahasa yang agung.[5] Didominasi oleh musik Latin hingga abad-abad Pertengahan hingga memasuki zaman Reformasi .[5]
2.     Mengandung pesan pementingan perilaku kesalehan manusia yang mulai terbuka, munculnya puritanismepietisme, ekspansi, spiritualisme yang memasukkan teologi kelompok tertentu (orang-orang kulit hitam) yang menjadi tema-tema yang dimasukkan ke dalamnya.[5]

B. PENTINGNYA MUSIK GEREJA
1)      Musik sangat penting dalam ibadah gereja, sebab sebagian besar porsi ibadah gereja memiliki unsur musik, baik vokal maupun instrumental.[3] Begitu pentingnya musik di dalam gereja, sehingga Martin Luther, tokoh gereja protestan era reformasi menyatakan bahwa gereja yang baik adalah gereja yang bernyanyi.[2]
2)      Makna musik dalam ibadah gereja dalam istilah lain dalam liturgi gereja adalah ungkapan simbolis perayaan iman jemaat gereja.[4] Perayaan iman yang dimaksud adalah penghayatan terhadap misteri dalam agama Kristen dalam diri Kristus sebagai sosok penyelamat yang benar-benar menyentuh perasaan umat dalam nyanyian.[4] Hubungan musik dan liturgi (seharusnya) bersifat harmonis, yaitu keseimbangan yang pas antara musik dan penghayatan iman menjadi tidak terpisahkan.[3]
3)      Unsur musik dalam gereja seharusnya memiliki keterkaitan dengan gereja dalam hal pengembangan kehidupan spiritualitas, sumber daya, organisasi gereja, mentalitas, keahlian, integritas keteladanan umat beriman yang harus senantiasa dipikirkan oleh gereja sebagai organisasi.[3] Dengan begitu musik menjadi alat teologi dalam mendidik umat yang bertujuan mencerdaskan umat untuk berperilaku yang baik sesuai ajaran gereja.[3]
C. FUNGSI MUSIK GEREJA

Fungsi musik gereja sangat jelas, yaitu untuk memuliakan Allah.[2] Selain itu dampak baiknya dalah memberikan pendidikan kepada warga jemaat dengan nyanyian, hal ini juga mencerminkan jenis perkembangan teologis yang sedang berlangsung dalam gereja tersebut.[2] Melalui musik yang terjadi dalam sebuah liturgi (ibadah), umat mampu berefleksi dalam kehidupannya.[2] Fungsi musik gereja yang lain di dalam liturgi adalah melayankan ibadah secara sederhana, tetapi pantas dan bermutu tinggi.[5] Nyanyian jemaat hanya berfungsi di dalam ibadah, sedangkan ketika dinyanyikan di luar gereja menjadi berkurang bahkan hilang fungsinya.[5] Hal ini terjadi karena salah satu aspek nyanyian jemaat sebagai bentuk penggembalaan atau pastoralnya menjadi tidak berbobot lagi.[5]
Ada tiga hal secara historis yang melahirkan fungsi nyanyian 
                 I.            Nyanyian dalam liturgi merangkai unsur-unsur liturgi secara berkaitan, sehingga jika rangkaian itu hilang maka fungsinya menjadi hilang.[5] Dalam hal ini syarat nyanyian jemaat harus disajikan secara dilihat dari teologi dan praktiknya.[5]
              II.            Nyanyian dalam liturgi merangkai unsur-unsur liturgi secara berkaitan, sehingga jika rangkaian itu hilang maka fungsinya menjadi hilang.[5] Dalam hal ini syarat nyanyian jemaat harus disajikan secara dilihat dari teologi dan praktiknya.[5]
           III.            Nyanyian Jemaat memperoleh maknanya dalam pelayanan liturgi.[5]

D. Musik gereja dan tugas gereja

Musik gereja dan nyanyian jemaat menjadi salah satu alat untuk mengantarkan umat menyadari tugasnya sebagai orang beriman dalam tiga hal; Koinonia, Marturia, Diakonia.[2]

v  Koinonia adalah tugas untuk bersekutu, saling memperhatikan, dan berkumpul dalam memuji Tuhan dalam kehidupan bersama.[2]
v  Marturia adalah tugas di mana seorang Kristen harus memberitakan (menjadi saksi) kebaikan Tuhan seperti yang terdapat dalam Injil dengan perbuatan baiknya, hal ini juga harus menjadi pesan dari Nyanyian Jemaat.[2]
v  Sedangkan Diakonia adalah tugas dalam saling melayani satu dengan yang lain, kepada sesama secara universal, yaitu manusia dan alam cipataan.[2]

E. TEKNIK BERMUSIK  DALAM MUSIK GEREJA
Teknik dalam musik gereja terkait dengan pemahaman musik dan teologi sebuah gereja, maka dikembangkan teknik-teknik seperti:
Ø  Penguasaan nada dasar dalam musik gereja.[5] Misalnya, dalam pengetahuan umum dikenal nada mayor berakhiran "do" dan minor berakhiran "la", dan hal ini dijumpai dalam Mazmur dan nyanyian Gregorian.[5] Tentang pemilihan nada finalis (akhir sebuah baris) hal ini bisa menandakan fungsi sebuah lagu, misalnya berakhiran "re" adalah doa atau pujian, berakhiran "mi" dan "fa" adalah doa, berakhiran "sol", "la", dan "do" adalah nyanyian syukur menguatkan pujian kepada Allah.[5]
Ø  Penggunaan instrumen musik
Penggunaan instrumen musik dalam gereja tidak terbatas pada penggunaan musik dalam kebaktian.[5] Sebab hal ini juga tampak dalam Alkitab yang memakai alat musik bukan hanya dalam beribadat saja, namun juga dalam memakai alat musik di luar ibadah.[5] Alat musik seperti gambus, kecapi, seruling, ceracap juga terdapat dalam Alkitab dan bukan hanya dalam ibadah.[5] Alat musik tiup, petik, perkusi digunakan dalam musik gereja.[5] Tanpa musik atau kesunyian juga dianggap sebagai alat musik, hal ini tampak dalam a capella (berasal dari alla capella : musik dalam kapel) yang hanya dengan syair yang bernada tanpa alat musik.[5] Salah satu nyanyian yang cocok dinyanyikan dengan model acapella adalah Kidung Jemaat nomor 50a yang berjudul Sabda-Mu Abadi dan Nyanyikanlah Kidung Baru nomor 80, Di Bukit Golgota.[5]


PERAN MUSIK DALAM GEREJA
Suatu Tinjauan Theologis Dan Historis
A. PERAN GEREJA DALAM PELAYANAN MUSIK
”KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak danRoh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku-perintahkan kepadamu. Dan ketehuilah, AKU menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”Matius 28;18-20 “.
       ‘’Hendaklah perkataan kristus diam dengan segala kekayaan nya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala  hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. ‘( Kolose 3 : 16 ).
Melalui kedua ayat di atas kita belajar tentang AMANAT Agung bagi Gereja. Ada 4 hal yg penting untuk dilakukan oleh Gereja : pemberitaan Injil, pengajaran, persekutuan, danibadah. Ke4 hal tersebut harus mendasari peranan dan tugas Gereja dalam dunia ini.Sesungguhnya di antara 4 hal tsb, ”ibadah” adalah inti dari ke-4 nya. Ia harus mendasari ke-3unsur yg lain, karena yg lain tidak dapat berperan tanpa adanya ibadah. Ibadah bukan hanya sekedar nama atau stempel bagi pengikut Kristus, tetapi dinamo yg menggerakkan danmenghidupkan semua orang maupun aktifitas yg dilakukan oleh Gereja. Berdasarkan Amanat Agung maka semua pelayanan Gereja harus mengandung 4 hal tsb, tidak terkecuali’MUSIK”. Musik adalah elemen yg penting dalam ibadah Kristen, sehingga sifatnya lebih”Vertikal”, meskipun unsur horizontalnya jg tidak dapat dilupakan. Musik Gereja atau lebih tepat disebut ”Musik Ibadah” mempunyai Visi dan Misi. Inilah yg membedakan musik ibadahdengan musik sekuler. Dan karena Visi dan Misi Gereja terdapat dalam Amanat Agung, makamusik ibadah juga demikian adanya.

B. FUNGSI MUSIK DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Berbicara mengenai musik, Alan P Merriam menyebutnya sebagai suatu lambang dari hal-hal yang berkaitan dengan ide-ide maupun perilaku suatu masyarakat (Merriam,1964:32-33). Musik merupakan bagian dari kesenian, kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan (Koentjaraningrat, 1986 :203-204), dan merupakan salah satu kebutuhan manusia secara unviersal (Boedhisantoso,1982:23) yang tidak pernah lepas dari masyarakat.

Musik merupakan salah satu dari kebudayaan, nerarti musik diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya akan sebuah keindahan. Dapat diartikan bahwa musik memiliki fungsi dalam kehidupan manusia. Merriam dalam bukunya The Anthropology Of Music menyatakan ada 10 fungsi dari musik. Apa-apa sajakah kesepuluh fungsi musik itu ? berikut akan dijelaskan.
1. Fungsi pengungkapan emosional
Disini musik berfungsi sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Dengan kata lain si pemain dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya nelalui musik.
2. Fungsi penghayatan estetis
Musik merupakan suatu karya seni. Suatu karya dapat dikatakan karya seni apabila dia memiliki unsur keindahan atau estetika di dalamnya. Melalui musik kita dapat merasakan nilai-nilai keindahan baik melalui melodi atupun dinamikanya.
3. Fungsi hiburan
Musik memiliki fungsi hiburan mengacu kepada pengertian bahwa sebuah musik pasti mengandung unsur-unsur yang bersifat menghibur. Hal ini dapat dinilai dari Melodi ataupun liriknya.
4. Fungsi komunikasi.
Musik memiliki fungsi komunikasi berarti bahwa sebuah musik yang berlaku di suatu daerah kebudayaan mengandung isyarat-isyarat tersendiri yang hanya diketahui oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari teks atau pun melodi musik tersebut.
5. Fungsi perlambangan
Musik memiliki fungsi dalam melambangkan suatu hal. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek musik tersebut, misalmya tempo sebuah musik. Jika tempo sebuah musik lambat, maka kebanyakan teksnya menceritakan hal-hal yang menyedihkan. Sehingga musik itu melambangkan akan kesedihan.
6. Dungsi reaksi jasmani
Jika sebuah musik dimainkan, musik itu dapat merangsang sel-sel saraf manusia sehingga menyebabkan tubuh kita bergerak mengikuti irama musik tersebut. Jika musiknya cepat maka gerakan kita cepat, demikian juga sebaliknya.
7. Fungsi yang berkaitan dengan norma sosial
Musik berfungsi sebagai media pengajaran akan norma-norma atau peraturan-peraturan. Penyampaian kebanyakan melalui teks-teks nyanyian yang berisi aturan-aturan.
8. Fungsi pengesahan lembaga sosial.
Fungsi musik disini berarti bahwa sebuah musik memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu upacara . musik merupakan salah satu unsur yang penting dan menjadi bagian dalam upacara, bukan hanya sebagai pengiring.
9. Fungsi kesinambungan budaya.
Fungsi ini hampir sama dengan fungsi yang berkaitan dengan norma sosial. Dakam hal ini musik berisi tentang ajaran-ajaran untuk meneruskan sebuah sistem dalam kebudayaan terhadap generasi selanjutnya.
10. Fungsi pengintegrasian Masyarakat
Musik memiliki fungsi dalam pengintegrasian masyarakat. Suatu musik jika dimainkan secara bersama-sama maka tanpa disadari musik tersebut menimbulkan rasa kebersamaan diantara pemain atau penikmat musik itu.

Musik dan Dampaknya Bagi Kehidupan
Tujuan
  • Membuka wawasan betapa dahsyatnya pengaruh musik bagi remaja
  • Mengetahui cara kerja penetrasi musik
  • Mengetahui apa saja dampak musik bagi remaja
  • Agar dapat waspada terhadap musik dunia
Komitmen
  • Memilih musik yang benar dan sehat yang bersentral pada Tuhan
  • Menggunakan musik yang bermutu agar sehat jiwa, raga dan spiritual
  • Memakai musik untuk memberitakan Injil
A.Introduksi
Musik diperdengarkan selama 24 jam nonstop setiap hari dalam hidup kita.
Musik ada di mana-mana:


  • Di rumah
  • Di airport
  • Di mobil
  • Di gereja
  • Di bis
  • Di televisi
  • Di pesawat
  • Di radio
  • Di mall
  • Di iklan
  • Di rumah sakit
  • Di film
  • Di cafe
  • Di handphone
  • Di sekolah
  • Di ipod
  • Di kampus
  • Di kantor
B. Kekuatan Musik (The Power of Music)
     Musik itu:
  • Bertenaga
  • Berdinamika
  • Bergizi (nutrisi)
  • Mempengaruhi manusia
  • Berfungsi sebagai media
  • Mempunyai proyeksi suara yang dahsyat
  • Membentuk karakter
Pancaindera
  • Penglihatan - mata
  • Pendengaran - telinga
  • Penciuman - hidung
  • Sentuhan (panas, dingin) - kulit
  • Rasa (manis, asam, pedas, kecut) - lidah
Semua yang kita terima akan membentuk kita.
Contohnya:
makanan yang bergizi akan masuk dalam tubuh kita -- akan membentuk daya tahan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari.Kita sebut energi. Kita butuh kalori, karbohidrat, protein, vitamin dll.
Selain kita bertenaga,
  • kita akan bertumbuh besar,
  • tumbuh rambut,
  • kelenjar-kelenjar,
  • tulang semakin besar,
  • kulit semakin sehat,
  • mata semakin terang,
  • otak kita semakin cerdas.
Mendengarkan musik bukan berarti lewat begitu saja. Jika kita berbicara soal musik berarti kita bicara soal konsumsi. Santapan bukan dessert. Bukan makanan ringan. Musik sebagai makanan utama. Bukan dessert atau makanan tambahan. Tetapi justru sebagai makanan utama. Jadi musik seperti sarapan pagi, makan siang dan makan pagi.
Tanpa musik, hidup ini tidak hidup.
Manfaat:
  • Memberi hiburan - senang, tidak BT, tidak boring, tidak suntuk
  • Memberi ketenangan
  • Asyik, kumpul rame-rame, hura-hura
  • Memberi semangat
Lebih dari pada itu:
Musik dapat membawa kita kepada narkoba, sex bebas, perlawanan terhadap orang tua, anti kepada Tuhan, pemberontakan dll.
Sebaliknya:
  • Memberi inspirasi
  • Memberi kesenangan
  • Memberi kekuatan
  • Memberi pendidikan
  • Memberi bimbingan
  • Memberi semangat
  • Membuat kita pandai
Musik mempengaruhi kehidupan manusia, membentuk menusia menjadi sebuah pribadi, membentuk sebuah kebiasaan, membentuk masyarakat dan bahkan membentuk sebuah kebudayaan. Musik mempengaruhi kehidupan bergereja dan kehidupan keluarga. Manusia terdiri dari: tubuh, jiwa dan roh. Saling terkait. Makanan mempengaruhi badan kita/tubuh kita. Juga akhirnya jiwa dan rohani kita.

Tentukan menunya sendiri.
Musik: tentukan juga menunya
!
Musik dapat mengungkapkan isi hati pada saat bahasa manusia tak sanggup lagi mengutarakannya.
  • It is well with my soul
  • Betapa kita tidak bersyukur, bertanah air kaya dan subur, tanahnya luas, gunungnya megah, menghyau padang, bukit dan lembah.
Musik mempunyai proyeksi suara yang luar biasa dahsyatnya.
Musik mempunyai dinamika yang sangat kuat.
Musik mempunyai kekuatan yang ajaib.
Musik dapat dimainkan dengan menggunakan:
  • Berbagai alat musik
  • Suara manusia
  • Benda-benda lain sebagai alat musik
  • Akustik atau pun elektrik
C. Pengaruh Musik dan Penetrasinya (The Influence of Music and Its Penetration)
Musik mempengaruhi:
  • Denyut jantung
  • Tekanan darah
  • Pencernaan
  • Pernafasan
  • Emosi
  • Intelegensia
Profil Remaja
  • Vitalitas hidupnya tinggi. Energic.
  • Mempunyai banyak cita-cita
  • Sedang mencari idola: pacar, leader, artis, figur lain
  • Mulai mengerti masalah seksualitas, rokok, drugs
  • Mulai mengenal cafe, pub, nightclub
  • Kreatif
  • Engga gaptek
  • Aktifitas musiknya cukup tinggi
  • Rata-rata senang musik riang/cepat
  • Imajinasinya kaya, luas dan cepat
  • Emosinya fluktuatif
  • Ingin bebas
  • Memorinya banyak, cepat dan tahan lama
  • Mudah menyerap informasi
  • Membutuhkan saluran untuk menumpahkan semua kreatifitas
Profil remaja ini menjadi sasaran empuk bagi musik. Anak muda mempunyai banyak aspirasi yang harus dikeluarkan. Yang penting seimbang dan terkendali.
Nama-nama grup musik tahun 60-an, 70-an dan 80-an: The Beatles, Bee Gees, Led Zepplin, Deep Purple, The Rolling Stone, Abba, Exception, Black Sabbath dll.
Tahun 90an ke atas:
  • Dewa
  • Green Day
  • Padi
  • M2M
  • Jikustik
  • West Life
  • Tofu
  • Sum 41
  • Tic Band
  • T-Five
  • Coklat
  • Limpbizkit
  • Sheila On 7
  • Linkin Park
  • Nidji
  • Korn
  • Samson
  • Slipknot
  • Vagetos
  • Creed
Jika tujuan/motivasi berbeda, maka pasti musik itu juga dipersiapkan (diciptakan, diaransir) dengan cara yang berbeda pula, dengan roh yang berbeda pula. Bahkan menggunakan pemujaan setan, penyembahanpenyembahan berhala, pemotongan korban hidup dengan mengeluarkan darah, simbol-simbol iblis, jampi jampi, mantra-mantra dan dupa.
Pengaruh dan penetrasinya
Musik berdinamika dan mempunyai kekuatan yang ajaib sehingga dapat mempengaruhi manusia.
1. Mempengaruhi denyut jantung

1.tegang. Jantung kita mengikuti detaknya. Contoh: illustrasi musik pacuan kuda, rock music, Jaws.
Perhitungkan:
Musik rock
Bass drum musik rock ada pada tiap bar: [ ] [ ] [ ] [ ] Jumlah waktu yang dikonsumsi 2 jam dalam 1 hari.
Berarti 30 lagu x 4 menit x 150 bar x 1 beat = 18.000 hantaman bass drum
Frekuensinya: 261 Hz s/d ZSHz --- frekuensi rendah.
Denyut jantung kita 70 kali per menit dipacu menjadi 120-
140 kali per menit.
Tempo lagu rock = 120.
Jantung kita berdenyut lebih cepat -- suplai darah ke seluruh tubuh tidak normal terutama ke otak + permainan lampu. Lampu diskotik: dalam 1 detik berkedip 6 kali dapat menyilaukan dan mengaburkan penglihatan pada jarak 5 meter di depan kita. Jika dalam satu detik berkedip 3 kali lipat = 18- 20 kali - jadi dapat menurunkan daya ingat, daya pikir, tidak seimbang, hilang daya kritis. Apalagi lampu dengan warna- warni yang berganti- ganti dengan watt yang besar.
Dampaknya:
Figure:
Ear, heartbit, brain, heart ---- concept, character,
community, culture.
Suara yang didengar diterima oleh telinga, mempengaruhi
detak jantung, mempengaruhi otak, mempengaruhi hati (berisi
perasaan, kemauan) - akhirnya menentukan sebuah pribadi
dengan sikap hidup, gaya hidup, perspektif hidup (cara
pandang) -- membentuk karakter -- membentuk struktur
masyarakat -- membentuk arah sebuah kebudayaan.
Suara itu mengeluarkan tekanan kepada udara. Speaker
puluhan ribu watt. Memberi tekanan kepada telinga dan detak
jantung - lihat membran pada speaker.
  1. Relax, santai. Contoh: musik tenang
    Mendengar melodinya saja, kita dapat dipengaruhi.
2. Mempengaruhi tekanan darah
Contoh: opera, illustrasi musik hukuman mati. Tekanan darah naik.
3. Mempengaruhi pencernaan
Contoh: beberapa musik dengan melodi yang sangat fluktuatif
4. Mempengaruhi pernapasan
Contoh: illustrasi musik pacuan kuda, film aksi.
5. Mempengaruhi emosi
Lirik lagu sangat mempengaruhi emosi. Baik negatif maupun positif. Lagu-lagu putus asa, kata-katanya membuat kita lemah Lagu-lagu perjuangan, kata-katanya membuat kita bersemangat Contoh: Mati Itu Indah, Begini Nasib Jadi Bujangan, Pulangkan Saja Aku Pada Ibuku.
Contoh: Proklamasi Kemerdekaan, Sorak-sorak Bergembira.
Liriknya
Mematikan
Memberontak
Membangkitkan kenikmatan
Berhubungan dengan dunia orang mati
Memuja setan
6. Mempengaruhi intelegensia/kecerdasan
Contoh: alat musik gesek, suara manusia - solo, SATB
Unsur dalam sebuah lagu atau musik yang diperdengarkan
·       Melody
·       Beat
·       Rhythm
·       Dynamic
·       Lyric
Akhirnya mempengaruhi - IQ, EQ dan AQ


D. Memilih Musik Yang Sehat dan Benar
No.1. Lebih dulu memilih liriknya
Kita bertanggungjawab untuk membentuk struktur masyarakat ke arah yang benar. Konsumsi untuk kita sendiri pun harus benar. Pilihlah lagu-lagu yangmempunyai lirik:
Membangun semangat, membenci narkoba, membangun kesehatan --
Jantung Sehat.
Cinta damai, cinta tanah air, cinta kebersihan - Jakarta Bersih
Mencintai Tuhan, mengagungkan Tuhan
Lirik yang baik
Ully Sigar - lirik balada
Bimbo
Ebit G. Ade
Franky & Jane Chrisye
No.2. Memilih rhythm-nya
Jika memilih yang hiburan seperti pop dll -- usahakan tidak terlalu banyak, hares diatur porsinya -- harus balance. Jangan pilih rhythm yang berulang-ulang, lama dan sama.
No.3. Memilih musik yang dimainkan oleh pemain musik yang ahli.
Pilih lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi yang mempunyai vocalbaik. Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, AB Tree, Carreras,Placido Domingo, Pavarotti, Andrea Bocelli, 11 Divo.
No.4. Jangan memilih musik yang terlalu banyak bass drum, gitar listrik dengan nada tinggi. Pilih musik dengan instrument sbb: gitar akustik, biola, cello,
contra bass, piano, harpsichord, flute, clarinet, trombone, saxophone, oboe dll.
Pilihlah Waltz, Classic dan jazz -- rhythm dan harmonisasinya -- pendengarnya lebih resistant.
Memilih (mendengarkan) musik-musik sekuler hanya untuk
pengetahuan a.l.: keahlian memainkan alat musik, arrangement, mutu vocal, expressions, mutu rekaman, mixing.
Mengapa musik klasik?
1.    Harmonisasi dalam musik klasik sangat indah. Tujuannya adalah keindahan. Harmonisasi itu (empat suara SATB) masuk melalui telinga dalam bentuk suara (audio), menciptakan imajinasi keindahan di otak kanan dan mengasah otak kiri.
2.    Mempunyai melodi yang teratur
3.    Menggunakan denyut jantung sebagai ritmenya
4.    Nada tinggi dan nada tinggi dalam musik klasik membuat sehat otak kiri dan otak kanan.
5.    Dalam musik klasik, suara bass dnun maupun suara bass gitar sangat minim, dan jika ada pun tidak dimainkan berulang-ulang (intensitas rendah) dan tidak dimainkan dengan keras (hanya sebagai fill-in). Jadi bass drum tidak menjadi yang utama di dalam musik klasik.
Sebaliknya pada musik pop atau rock, bass drum justru menjadi utama, dia yang memegang kendali beat dan rhythm. Jika bass drum dipukul berulangulang dan keras, akan mengakibatkan jantung berdebar lebih keras dan cepat (dada sesak) karena frekuensinya rendah dan proyeksi tenaganya menghantam dada. Telinga sebenarnya tidak terlalu banyak menerima gain dari bass drum. Namun dada.
Sebaliknya, musik klasik lebih banyak terdapat bunyi string (alat gesek). Ini adalah frekuensi tengah, sehingga lebih banyak diterima oleh telinga daripada dada, seterusnya pendengaran ini akan mempengaruhi otak kita. Tidak dominan mempengaruhi jantung kita. Maka telinga kita akan lebih banyak kesempatan untuk mendengar harmonisasi indah ketimbang dum, dum dum,dum.
Instrumennya: string (alat gesek), alat tiup. Timpani.
Cymbal.
Frekuensinya: 220 Hz s/d 2000 Hz - frekuensi tengah
6.    Dimainkan dengan perpaduan legato, staccato dan marcato di mana legato lebih dominan.
Suara manusia
Frekuensinya: 72 Hz s/d 1000 Hz
Hindari MTV
Lihat berita MTV
Siapa sasarannya
Apa targetnya
Anak berumur 9 tahun membakar rumah
Iklan kaset BASF
Roma 12:1-2 --- persembahan tubuh kita adalah ibadah sejati.
Awal dari tubuh kita/kedagingan kita. Enak, asyik, nikmat. Di gereja beribadah dan kembali ke rumah menyantap MTV.
Memilih musik rohani
Perbanyak pilihan ke lagu-lagu rohani
Pililah lagu rohani bukan yang pop.
Boleh tetapi jangan terlalu banyak.
Kita tidak akan kuat dalam menyantap rhythm dan liriknya.
Harus memilih lirik yang lebih keras lagi untuk kesehatan iman kita.
Jika Anda bergabung dalam paduan suara, dijamin Anda menyantap musik-musik yang baik. Lagu-lagu paduan suara sebagai penyeimbang lagu-lagu pop rohani.
Pilihlah lagu rohani:
Yang bernilai musik seni, hymn, contemporary
Yang bernilai musik spiritual: sarat dengan Firman Tuhan

E. Penutup
Jangan terlambat memilih musik yang benar
Ingatlah
Yang berguna dan yang membangun (I Korintus 10:23)
Jangan kita diperhamba (I Korintus 6:12)
Pikirkanlah semua yang benar (Filipi 4:8)
Milikilah sasaran, tujuan, bidikan hidup yang jelas.
·       Tujuan hidup bagi Tuhan
·       Tujuan hidup dari Tuhan
·       Berdoalah mohon Tuhan tunjukkan tujuan hidup kita
Hidup kamu harus berdampak bagi orang lain sehingga Tuhan
dimuliakan melalui hidupmu. Jangan hidup sia-sia.
Semua yang kamu punya serahkan kepada Tuhan
Jangan dipengaruhi oleh lingkungan. Kamu harus mempengaruhi
lingkungan. Kalau kamu engga kuat, kamu musti keluar dari
lingkungan itu.
Jangan kompromi
Jangan sampai dibius
Perasaan kita dibuat enak, emosi kita naik, pikiran kita nekad,
akhirnya kemauan kita mencuat dan menghasilkan tindakan yang
harus memenuhi kemauan kita.
Gereja sekarang juga banyak memberi hiburan. Entertainment.
Tidak memberi didikan melalui lagu.
Cuma enak didengar, mengandalkan stimulasi emosi tetapi tidak
memikirkan pengajaran yang benar.
Hidup ini keras. Harus kita hadapi dengan tangguh.
Manfaat musik yang sehat dan benar
·       Kamu bisa punya banyak kasih buat kamu sendiri
·       Kamu bisa punya banyak kasih buat orang lain (orangtua, kakak, adik)
·       Kamu bisa punya banyak pengampunan
·       Kamu bisa punya ketahanan fisik, mental dan spiritual ketika hidup susah
·       Kamu bisa punya daya reject untuk narkoba, seks bebas dan matre
·       Kamu bisa punya kesetiaan melayani Tuhan
·       Kamu bisa dipakai Tuhan dengan luar biasa

PENGARUH MUSIK DALAM IBADAH GEREJA

 
 Ajang
, Igang. “
Pengaruh Musik Kontemporer Dalam Ibadah Gereja Kemah InjilIndonesia Jemaat Mahak Baru Di Kalimantan Utara Kabupaten Malinau
.“
 Skripsi, S.Th,Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2016.
 iv
 banyak dalam persekutuan Kristen. Selain media ekpressi, pengajaran, doa, dan lain-lain, musik mampu menyentuh manusia ketika bahasa tidak mampu menyentuhmanusia. Namun dalam beberapa konsultasi musik dan liturgi di Indonesia ditemuikesan dari gereja-gereja tentang musik diantaranya adalah di Gereja Kemah Injil JemaatMahak Baru Daerah Apou Kayan Kalimantan Utara Kabupaten Malinau.Di GKII Jemaat Mahak Baru, di mana penulis berjemaat, alat-alat musik yangdigunakan pada upacara, baik upacara agamawi maupun sekular sosial masyarakatadalah: seruling, kulintang, gitar (sampe) dan berbagai alat musik tradisional lainya. Namun seirang dengan perkembangan zaman, Jemaat mulai mengunakan berbagai alatmusik seperti keyboard dan piano untuk mengiring nyanyian dalam ibadah seperti laguhymne dalam Kemenangan Iman.Kemajuan penggunaan alat musik ini kemudiansemakin melebar kepada penggunaan alat musik lainya seperti: drum, gitar, bass dan pekusi, karena kehadiran yanyian-nyayian yang disebut dengan nyanyain atau lagukontemporer.Dari sini dapat dikatakan, musik rohani pun telah banyak mengembangkanwarna-warna baru yang bervariasi dengan pembawaan yang lebih modern dan atraktif,yang dulunya nyanyian hanya diringi dengan sebuah organ piano atau gitar, kinilengkap dengan band, yang dilengkapi dengan pemain drum, bass, piano, keyboar, pekusi serta alat musik lain yang dianggap perlu untuk menciptakan sebuah musik. Namun demikian, musik gereja dalam perkembangannya sedang diperhadapkan dengan berbagai penomena-penomena yang merupakan tantangan dalam menghadapi era

 Ajang
, Igang. “
Pengaruh Musik Kontemporer Dalam Ibadah Gereja Kemah InjilIndonesia Jemaat Mahak Baru Di Kalimantan Utara Kabupaten Malinau
.“
 Skripsi, S.Th,Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2016.
 v
kebangkitan musik global, kemajuan teknologi produksi musik digital, eliktronikmodern dewasa ini.
3
 Di zaman ini, gereja berada pada era musik baru, yang dinamakan musik Kristenkontemporer (
Contemporary Christian Musik
disingkat CCM), yang mana musik inisendiri
 beresal dari kata „co‟(bersama) „tempo‟ (waktu) sehingga dapat dikatakan bahwa
musik kontemporer adalah karya musik yang tematik merepleksikan situasi waktu yangsedang dilalui (zaman kini). Dasar musik yang dipakai adalah pop, rock, dan praise &worship.
 Pengamatan yang dilakukan di GKII Jemaat Mahak Baru, penulis menemukakan bahwa musik dan lagu-lagu kontemporer sudah mendominasi nyanyian dalam gereja,sedangkan himne yang dulunya diiring dengan piano tunggal, kini diiringi dengan gayamusik kontemporer, yang menggunakan gaya musik pop, rock, dan berbagai macam
 genre
 musik lainnya. Karena terpengaruh dengan tarikan estetika lagu-lagu popgerejawi dan musik kontemporer (masa kini). Hal ini menimbulkan perbedaan pendapatdi antara para orang-orang tua dan anak-anak mudah. Orang-orang tua sudah terbiasadengan lagu himne sejak lama dalam ibadah yang dulu diiringi dengan alat musik piano,mereka merasa terganggu ketika lagu himne diiringi dengan musik full band dengan pukulan yang keras atau dengan gaya musik kontemporer. Bahkan ada yang menentangsama sekali, tidak boleh musik band dibawa ke dalam gereja. Namun di pihak kaummuda lagu-lagu kontemporer sangat familiar, dan mereka sangat mengharapkan adanyaalat-alat musik secara lengkap di dalam gereja. Maka hal ini menjadi masalan dan
Pengaruh Musik Kontemporer Dalam Ibadah Gereja Kemah InjilIndonesia Jemaat Mahak Baru Di Kalimantan Utara Kabupaten Malinau
.“
 Skripsi, S.Th,Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2016.
hambatan bagi para hamba Tuhan dan pelayan yang ingin mengembangkan pelayananmusik dalam ibadah Jemaat Mahak Baru.Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis terdorong untukmengangkat dalam sebuah karya ilmiah dengan judul
Pokok Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka akan dibahas beberapamasalah pokok sebagai berikut:Pertama, apa yang dimaksudkan dengan musik kontemporer?Kedua, apa pengaruh musik kontemporer dalam ibadah GKII Jemaat MahakBaru?
Tujuan Penulisan
Untuk menjawab pokok masalah yang sudah dikemukakan di atas, maka penulismerumuskan tujuan penulisan karya ilmiah ini sebagai berikut:Pertama, untuk mengetahui pengertian yang benar tentang musik kontemporer.Kedua, mengetahui pengaruh musik kontemporer di dalam ibadah GKII JemaatMahak Baru.
Manfaat Penulisan
Pertama, bermanfaat bagi jemaat dalam pemahaman tentang perkembanganmusik kontemporer.

 Ajang
, Igang. “
Pengaruh Musik Kontemporer Dalam Ibadah Gereja Kemah InjilIndonesia Jemaat Mahak Baru Di Kalimantan Utara Kabupaten Malinau
.“
 Skripsi, S.Th,Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2016.
Kedua, karya ilmiah ini sebagai acuan perkembngan musik dalam gereja diJemaat Mahak Baru.Ketiga, agar Jemaat Mahak Baru mampu menggunakan musik kontemporerdengam benar dalam ibadah.Keempat, bermanfaat bagi penulis dalam mengembangkan pengetahuan tentangmusik.Kelima, sebagai salah satu persyaratan penyelesaian studi S1 di Sekolah TinggiTheologia Jaffray Makassar.
Metode penelitian
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, maka dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode kuantitatif.
Batasan Penulisan
Dalam pembahasan tulisan ini, penulis hanya memfokuskan hal tersebut pada pengaruh Musik Kontemporer Dalam Ibadah Gereja GKII Jemaat Mahak Baru.
Sistematika Penulisan
Untuk kemudahan dalam pembahasan dan pemahaman karya ilmiah ini, maka penulisan karya ilmiah ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:Bab Pertama, berisi pendahuluan, latar belakang masalah, pokok masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, sistematika penulisan, batasan penulisan.Bab kedua, pengertian musik gereja, musik dalam perjanjian lama, musik dalam perjanjian baru, perkembangan musik gereja, musik reformasi, musik pada masa Injili, pengertian musik kontemporer, perkembangan musik kontemporer, pengaruh musikkontemporer dalam ibadah, pengaruh positif musik kontemporer dan negatif, contoh

PENGERTIAN MUSIK
Dari beberapa sumber di internet, musik adalah bunyiyang diterima olehindividu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang.Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya
Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang ataukumpulan dan disajikan sebagai musikDalam buku pembelajaran seni musik kelas IX, kata musik mengandung arti seni penataan bunyi secara cermat yang membentuk pola teratur, merdu, dan apresiasi seni bunyi yang tak terbatas.Sebagaimana yang tahu,dimana musik adalah segala bunyi yang dihasilkansecara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik.Sudah pastinya musik memiliki pengaruh tertentu kepada para penikmatnya,termasuksaya.Terkadang seorang pelajar mendengarkan musik disela sela waktu belajarnya.Oleh karena itu saya memberanikan diri menyampaikan hipotesis
sederhana bahwa musik dapat meningkatkan kemampuan otak orang-orang yanggemar mendengarkannya dan meningkatkan intensitas siswa dalam belajar.Bahkan ada juga sekelompok musisi yang menyusun dan mengarnsemen sebuahlagu khusus untuk meningkatkan kemampuan otak tersebut.Musik itu biasanyadisebut
brainwave.
Musik ini biasanya dipakai dalam kegiatan meditasi dansejenisnya.Akan tetapi ada juga orang yang cukup mendengarkan musik
Hardcore
sambil belajar.Saya sebagai penulis juga terbiasa mendengarkan musik
Hip Hop
dalam kegiatan belajar di rumah
.
Namun semua itu kembali kepada masing masingindividu sebagai penikmat musik.Karena kemampuan otak setiap individu diciptakan berbeda.
2.1.3 PENGERTIAN REMAJA
Menurut Neidahart, kata remaja memiliki arti yakni masa peralihan danketergantungan pada masa anak-anak kemasa dewasa, dan pada masa ini remajadituntut untuk mandiri.
2.1.4 PENGERTIAN OMK KATEDRAL
OMK (Orang Muda Katolik) Katedral adalah sebuah perkumpulan muda mudigereja dalam rangka mengembangkan minat dan bakat serta melayani dalam damaiuntuk Gereja dan Bangsa.
2.1.7 PENGERTIAN INTENSITAS BELAJAR
Kata intensitas berasal dari Bahasa Inggris yaitu intense yang berarti semangat,giat (John M. Echols, 1993: 326). Sedangkan menutrut Nurkholif Hazim (t.t: 191),
bahwa: “Intensitas adalah kebulatan tenaga yang dikerahkan untuk suatu usaha”. Jadi


intensitas secara sederhana dapat dirumuskan sebagai usaha yang dilakukan olehseseorang dengan penuh semangat untuk mencapai tujuan.Seseorang yang belajar dengan semangat yang tinggi, maka akan menunjukanhasil yang baik, sebagaimana pendapat Sadirman A.M.(1996: 85), yang menyatakan bahwa intensitas belajar siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian tujuan belajarnya yakni meningkatkan prestasinya.Perkataan intensitas sangat erat kaitannya dengan motvasi, antara keduanya tidakdapat dipisahkan sebab untuk terjadinya itensitas belajar atau semangat belajar harusdidahului dengan adanya motivasi dai siswa itu sendiri. Sebagaimana SardimanAM.(1996: 84), Menyatakan: Belajar diperlukan adanya intensitas atau semangatyang tinggi terutama didasarkan adanya motivasi. Makin tepat motivasi yangdiberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasamenentukan intensitas balajar siswa.Intensitas merupakan realitas dari motivasi dalam rangka mencapai tujuan yangdiharapkan yaitu peningkatan prestasi, sebab seseorang melakukan usaha dengan penuh semangat karena adanya motivasi sebagai pendorong pencapaian prestasi.



Komentar

Posting Komentar